Pages

Tampilkan postingan dengan label edukasii. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label edukasii. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 April 2010

•• Coreldraw : Tutorial Tracing ••

On the previous post sudah dijelaskan tracing dengan Photoshop, maka postingan kali ini akan dijelaskan kembali secara step by step proses pen-tracing-an tetapi dengan software yang berbeda, yaitu Coreldraw, dan lagi-lagi tetap setia menggunakan model Aziz Gagap. :D

Tutorial kali ini saya buat dengan cara mempraktek-ulangkan tutorial yang ada di buku “ Trik Paten Poster Keren”. Semoga bermanfaattt!!. Cekidott!! :D

Foto Asli dan hasil yang diharapkan


Buka file foto yang akan dieksekusi. File > Import atau tekan Ctrl + I, lalu pilih source foto dan pilih foto yang akan di-tracing. Klik Import.


Klik kursor pada bagian work area yang diinginkan. Di sini saya mengkliknya di bagian tengah. Maka foto yang telah diimport akan berada di tengah. Atur skala foto sesuai kebutuhan dengan bantuan mouse.


Setelah fix dengan ukuran foto, lalu klik kanan mouse pada foto. Lalu pilih ‘Lock Object’. Maka foto akan terkunci dan tidak akan bergeser.


Langkah ini kita mulai melakukan tracing. Untuk lebih jelasnya, kita zoom in foto dengan menggunakan zoom tool pada toolbox. Sehingga wajah akan lebih gampang untuk dilakukan tracing.

Untuk melakukan tracing, pilih ‘Bezier tool’ pada Freehand Tool di Toolbox (ditunjukkan pada panah di gambar atas).


Lakukan tracing dengan mengklik daerah hidung, sehingga terlihat titik-titik yang saling terhubung seperti pada gambar di atas. Ikuti bentuk hidung (dari titik awal hingga ke titik tersebut kembali). Lakukan hal tersebut pada mata, mulut, gigi, alis, daerah lipatan di wajah (seperti lekukan di pipi), kuping dan rambut.


Beri warna setiap bentuk yang dibuat, misalnya rambut, alis dan bola mata dengan warna hitam, sehingga hasil akhir langkah ini seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas. Foto yang asli tadi kita hapus dengan cara meng-klik foto tersebut lalu tekan delete pada keyboard.


Untuk mengatur ketebalan pinggiran wajah dan yang lainnya. Klik bagian yang diinginkan lalu pada bagian atas (ditunjukkan panah pada gambar di atas), atur sesuai keinginan. Terdapat 9 options, yaitu None, Hairline, 0,5 pt dll.


Setelah semua bagian wajah dan rambut telah diwarnai, maka tekan ctrl + A lalu pada menu bar (bagian atas), klik ‘Arrange’, lalu pilih ‘Group’ atau klik ctrl + G.


Untuk membuat tulisan. Gunakan Text Tool pada toolbox. Gunakan teks dan bentuk huruf yang menarik. Download berbagai font gratis di internet.

Untuk member efek 3D pada tampilan tulisan, klik ‘Effects’ dan pilih ‘Extrude’.


Pada jendela ‘Extruder’ (panah). Aktifkan dengan meng-klik ‘Edit’. Pilih opsi ‘Small Back’; ‘VP Loaded to Object’ pada menu vanishing point. Kemudian isi angka kedalaman 3D pada ‘Depth’ untuk membentuk efek 3D. Setelah selesai klik ‘Apply’.

Untuk background bintang, bentuk bintang dengan Star Tool pada Toolbox, warnai dan hilangkan garis tepinya (di-set None). Lalu, pindahkan ke belakang gambar wajah dengan menekan Ctrl + Page Down.



Maka selesailah tutorial ini. Mudah, kan?!?!. :D

Sekarang coba deh bandingkan hasil tracing dengan Photoshop dengan Coreldraw. Masing-masing hasil tracing ini mempunyai keunikannya sendiri-sendiri.

Menurut saya, tracing lebih mudah menggunakan Coreldraw dan hasil akhirnya juga lebih kartun. Mungkin anda berpikir berbeda dengan saya. Sah-sah aja. Setiap kepala mempunyai keinginan dan kesukaan yang berbeda-beda kan.

So, now on you can make a choice and your own cartoon. :D

Tankyuu.

•• Athika Can ••

Sabtu, 17 April 2010

•• Tracing Sederhana dgn. Photoshop CS3 ••

Terkait dengan post sebelumnya, maka post kali ini akan dijelaskan step by step pembuatan tracing dari sebuah foto dengan menggunakan Adobe Photoshop CS3.

Saya sendiri masih harus banyak belajar untuk membuat tracing yang lebih rapi lagi. Memang susah-susah gampang membuat kartun dari foto. Kita dituntut harus benar-benar bisa membuat kartun itu semirip mungkin dengan foto aslinya. Pemilihan kombinasi warnapun sangat memengaruhi hasil. Salah memilih warna saja, maka hasilnya bisa beda bahkan bisa tidak persis sama sekali dengan foto aslinya.

Overall, saya berharap semoga tutorial sederhana tracing ini bisa bermanfaat yaa... :D

So, cekidott!!

Foto Asli dan Hasil tracing yang diinginkan

  1. Langkah awal menentukan foto yang akan di-tracing. Di sini saya memilih foto komedian paling ganteng seIndonesia, Aziz Gagap, dengan tiada alasan khusus :D.
Langkah 2

2. Buka file foto yang akan di-tracing. Klik File > Open, dan pilih source foto yang akan dieksekusi.


Langkah 3

3. Lakukan duplikat layer pada layer background. Klik kanan mouse pada layer background, dan pilih ‘Duplicate Layer ..’, lalu enter atau OK.


Langkah 4

4. Buat layer baru dengan cara mengklik icon ‘new layer’ yang terdapat pada bagian bawah pallete. Sehingga akan muncul ‘layer 1’.


Langkah 5

5. Kemudian kita akan member efek Smudge Stick pada layer ‘background copy’. Sebelumnya, aktifkan layer ‘background copy’. Kemudian klik Filter > Filter Gallerry .. > Enter.


Langkah 6

6. Pada bagian Artistic, pilih Smudge Stick, lalu klik OK.


Langkah 7

7. Selanjutnya mulai melakukan tracing. Pada foto ini yang difokuskan adalah bagian wajah saja. Sehingga tracing awal dilakukan pada wajah, kemudian mata, alis, mulut dan yang terakhir rambut.

Tracing pada wajah dilakukan dengan menggunakan ‘path’. Perhatikan pada tool properties (bagian atas di bawah, menu bar), posisi icon yang diklik adalah ‘shape layer’ dan ‘pen tool’.

Setelah itu, klik pinggiran wajah hingga terlihat titik-titik. Lakukan sampai full wajah atau wajah tertutupi oleh lapisan warna tersebut.


Langkah 8

8. Setelah itu double klik ‘layer thumbnail’ pada layer wajah. Maka akan muncul jendela ‘Pick a solid colour:’. Pada bagian bawah isi dengan #F2BD96, lalu klik OK. Maka warna wajah berubah menjadi cokelat muda.


Langkah 9

9. Pada layer yang sama ubah 'Opacity’ menjadi 50 %. Ahal ini untuk memudahkan tracing bagian wajah dengan warna yang berbeda.


Langkah 10

10. Ulangi langkah 7 sampai 9 untuk bagian warna wajah yang lain. Ubah foreground color dengan komposisi #FED5B7. Warna ini untuk bagian wajah yang paling terang.


Langkah 11

11. Lakukan seperti langkah 10 (langkah 7 sampai 9) dengan komposisi #DDA378. Warna ini untuk bagian wajah yang agak gelap.


Langkah 12

12. Ulangi kembali dengan komposisi warna #CE9266. Warna ini adalah warna coklat gelap untuk bagian wajah yang paling gelap.


13. Tracing selanjutnya dilakukan pada mata, alis, mulut, gigi dan yang terakhir rambut dengan teknik yang sama seperti tracing pada wajah.

Hati-hati dalam pemilihan warna. Diharapkan untuk memilih warna semirip mungkin dengan foto aslinya. Sedangkan pemisahan bagian terang dan gelap juga harus diperhatikan. Untuk mendapatkan warna yang serupa dengan objek aslinya gunakan ‘Eyedropper tool’. Saat mengubah warna, klik ikon ‘Eyedropper tool’ pada ‘Toolbox’ ke objek aslinya.


Langkah 14

14. Setelah semua bagian wajah dan yang lainnya sudah di-tracing. Kembalkan ‘Opacity’ ke 100%. Maka hasilnya akan seperti berikut :

Gambar Hasil Langkah 14


15. Kemudian pada ‘Palette’ untuk layer ‘background’ dan ‘background copy’ diset unvisible dengan cara mengklik ikon mata pada kedua layer tersebut, seperti gambar berikut.

Langkah 15

Maka hasilnya akan seperti di bawah ini :

Gambar Hasil Langkah 15


16. Selanjutnya, membuat background. Klik ikon ‘Shape’ pada toolbox (panah nomor 1) kemudian klik ikon ‘custom shape tool’ (panah nomor 2). Pilih shape ‘starbust’ (panah nomor 3). Lalu kita buat di work area. Pastikan shape ini merupakan layer paling bawah. (bisa di atasnya layer ‘background copy’). Untuk mengubah warnanya, lakukan yang sama seperti langkah 8.

Langkah 16


17. Untuk membuat tulisan, klik ikon ‘text tool’ pada toolbox. Pastikan posisi layer text ini berada paling atas.

Langkah 17


18. Untuk menyimpannya dalam bentuk file jpg / bmp / png / dll, klik File > Close and Go To Bridge … atau tekan Shift + Ctrl + W.

Langkah 18


19. Maka akan muncul jendela ‘Save For Web & Devices’. Klik Save.

Langkah 19


Maka berakhirlah tutorial tracing dengan Photoshop. On next post, akan saya berikan tutorial sederhana tracing menggunakan Coreldraw.

Setelah itu, bandingkan gambar hasil tracing menggunakan Photoshop dengan Coreldraw. :D


Tankyuu.


Athika Can

 
Copyright 2009 Tammie Goreng. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemescreator
Blogger Showcase